Luka Mila
Meraih ponselnya dari meja samping tempat tidur.
Layar menyala.
Beberapa notifikasi menumpuk.
Dengan santai, Mila membuka kuncinya, ibu jarinya menggulir layar. Pesan dari Toni, Tiara, Andin, Grup Kerja.
Lalu.. Nama itu.
Riven.
Gerakan jarinya terhenti.
Kening Mila sedikit berkerut. Membuka deretan pesan.
Mila menatap layar itu beberapa detik lebih lama, seolah otaknya membeku dan perlu waktu lama untuk memproses apa yang dilihatnya. Matanya bergerak membaca satu per satu.
Hot Chapters