Ketika Istriku Tak Lagi Kerja
Aku hanya ingin istirahat dan diam di rumah seperti seorang istri kebanyakan," jawab Rania sambil tersenyum genit.
Kayanya bukan muhrim, tapi sama Mas Surya saja bisa tersenyum seperti itu. Dasar tidak sesuai.
"Tapi kan bisa sambil, Ran?" tanyanya lagi.
Aku bahkan sampai mau muntah mendengarnya.
"Capek sih, Mas. Apalagi kalau suami kita tidak pengertian, rasanya lebih baik di rumah," jawab Rania lagi-lagi tersenyum.
Kenapa cara senyumnya masih gitu, sih? Padahal kan selama ini jarang.