Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

Aku menerima buku itu dengan tangan gemetar. Setiap halaman penuh dengan catatan kecil tulisan tangan. Semua dengan tulisan Valentina yang elegan. [Untuk Alexku. Semoga melodi ini memberimu kedamaian setelah hari yang melelahkan.] [Sebuah komposisi untuk merayakan ulang tahun ketiga malam kita bertemu. Semoga kau masih ingat malam hujan itu di Pusat Seni Cakrawala.] [Bayi menendang begitu banyak kali hari ini. Sepertinya dia menyukai lagu ini.]
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Bukan oleh mata, tapi oleh sesuatu yang lebih tua lebih sabar Embun memejamkan mata Lalu “Embun…” Suara itu pelan. Sangat pelan Namun cukup jelas untuk membuat matanya terbuka seketika. Ia menegakkan tubuh. Napasnya tertahan. “Kamu dengar itu?” bisiknya pada diri sendiri. Hening.l Hanya suara detak jam dinding di luar kamar, berdetak lambat, teratur. Embun menghembuskan napas, mencoba menertawakan ketakutannya sendiri. Mungkin hanya angin. Mungkin hanya pikirannya yang terlalu lelah Ia berbaring kembali, menarik selimut hingga ke dagub“Embun…”Kali ini, suara itu lebih dekat.Embun bangkit setengah duduk. Jantungnya berdegup keras, telinganya berdenging. Suara itu tidak datang dari luar kamar.
971 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Baca
+Pustaka
Pendekar Naga Biru

Pendekar Naga Biru

Pssstt psssttt Tiba-tiba telinga Candaka mendengar bisikan seperti suara yang memanggil seseorang. “Siapa di situ? Keluarlah..Jangan bersembunyi terus”, serunya menanggapi suara yang sangat mengganggunya ini Tidak terdengar jawaban apapun, tapi suara panggilan tersebut juga tidak terdengar lagi olehnya. “Mungkin aku berhalusinasi karena kebanyakan mimpi yang aneh-aneh”, pikirnya
9.8243.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Tampilkan Ulasan (60)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Zhu Phi
Halo semuanya ... Pendekar Naga Biru sudah akan tamat beberapa episode lagi. Pertempuran besar dan pertarungan besar akan terjadi di akhir rpisode ini. pertempuran besar seperti apa, tetap stay tuned ya untuk mengetahuinya. Terima kasih ya untuk pembaca setia Pendekar Naga Biru ini. Salam Pendekar.
Baca Semua Ulasan
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Dan sebelum semuanya padam, ia mendengar satu bisikan terakhir dari kegelapan: “Kalau kau buka pintu itu… kau akan menulis sejarah dengan jiwamu sendiri.” Baik, kita lanjut Bab 94 sesuai pola penulisan sebelumnya. Aku akan menambahkan sekitar 550 kata baru agar bab ini lebih penuh, tanpa mengulang kalimat sebelumnya, dengan tensi horor tetap ala Silent Hill dan gaya Goodnovel (narasi–dialog seimbang, detail sensoris, dan cliffhanger kuat).
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Baca
+Pustaka
SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS

SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS

Bibirnya terbuka, tapi tidak ada suara yang keluar. “Mas… kamu…” Reyhan tidak memberi ruang untuk kalimat itu selesai. Ia mendekat lagi. Sangat dekat. Lalu perlahan, ia menundukkan kepala. Bibirnya bergerak mendekati telinga Nilna. Sebuah bisikan. Sangat pelan. Tidak ada yang mendengar. Hanya Nilna. Tubuh Nilna langsung menegang. Jelas sekali perubahan itu. Jemarinya yang tadi dingin kini bergetar halus. Napasnya tertahan. Matanya perlahan menutup, lalu terbuka lagi.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Bahkan bisikan niat yang belum sempat terucap—ia bisa mendengarnya, seperti gema dari masa depan. Raven tidak pernah banyak bicara. Bahkan hampir tak pernah. Tapi kadang, di sela-sela keheningan, ia menggumamkan nada rendah, nyaris seperti mantra yang hanya bisa dipahami oleh alam maut itu sendiri. Suaranya tak membawa arti pada telinga biasa, namun bagi yang peka, gumaman itu seperti seruan bagi bayangan untuk mendekat.
1052.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Baca
+Pustaka
Bisikan Darah Beku

Bisikan Darah Beku

Yuelian menutup mata keras-keras. “Apa itu ingatan palsu… atau yang selama ini disembunyikan dariku?” bisiknya. Di sudut ruangan, air di baskom kecil beriak pelan. Bai Shuqing muncul perlahan, wujud siluman ikan biru itu terlihat lebih nyata dari biasanya—pertanda ia sedang waspada. “Kau terbangun lagi sebelum fajar,” katanya, berusaha terdengar santai meski matanya menyipit. “Kalau terus begini, aku yang akan berubah jadi siluman insomnia.”
386 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Baca
+Pustaka
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Bab — Bisikan yang Mengusik Hari itu, kantor terasa lebih ramai dari biasanya, seolah setiap sudut ruangan dipenuhi oleh hiruk pikuk yang tak pernah reda. Deru mesin fotokopi terdengar berulang-ulang, suaranya menyatu dengan ketukan cepat jari-jari yang menari di atas keyboard komputer. Beberapa karyawan tampak sibuk berbicara melalui telepon, nada suara mereka meninggi, beradu dengan suara bel pintu masuk yang sesekali berbunyi ketika seseorang keluar masuk. Semua itu menciptakan sebuah irama yang khas, sebuah orkestra kehidupan kerja yang hanya dimengerti oleh mereka yang sudah terbiasa berada di tengah-tengahnya.
9.313.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

[Valen – Membisikkan Ulang Cerita] Valen berdiri paling belakang. Ia tidak bicara. Karena untuk pertama kalinya, ia tidak ingin mengubah apa pun. Ia hanya ingin menyimak. Dan dalam diam itu, ia mendengar sesuatu: bisikan halus yang pernah menjadi suara pembuka di setiap bab. Bukan instruksi. Bukan narasi. Tapi permohonan kecil: "Tolong… jangan biarkan cerita ini sendirian."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai lebih senyap dari bisikan pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status