TEROR SINDEN GHAIB
Bukan oleh mata, tapi oleh sesuatu yang lebih tua lebih sabar Embun memejamkan mata Lalu “Embun…”
Suara itu pelan. Sangat pelan Namun cukup jelas untuk membuat matanya terbuka seketika.
Ia menegakkan tubuh. Napasnya tertahan.
“Kamu dengar itu?” bisiknya pada diri sendiri.
Hening.l Hanya suara detak jam dinding di luar kamar, berdetak lambat, teratur. Embun menghembuskan napas, mencoba menertawakan ketakutannya sendiri. Mungkin hanya angin. Mungkin hanya pikirannya yang terlalu lelah Ia berbaring kembali, menarik selimut hingga ke dagub“Embun…”Kali ini, suara itu lebih dekat.Embun bangkit setengah duduk. Jantungnya berdegup keras, telinganya berdenging. Suara itu tidak datang dari luar kamar.
Bab Populer