Belenggu Rumah Darah
Keheningan yang melingkupi ruangan terasa seperti menunggu sesuatu untuk meledak, sesuatu yang hanya bisa dirasakan tapi tak terlihat.
Arga terbaring di tempat tidur, matanya terpejam namun pikirannya berkelana. Tubuhnya lelah, namun pikirannya tetap terjaga, mengusik dirinya dari dalam. Setiap kali ia hampir tertidur, ada bisikan yang perlahan muncul di kepalanya—bisikan samar, tapi semakin jelas dengan setiap detik yang berlalu.
“Arga…,” suara itu terdengar lembut, melengking tipis seperti suara angin yang menembus celah-celah jendela tua. “Kau harus kembali…”
인기 회차