Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Kami membaca buku bersama, berjalan-jalan bersama, dan berbincang bersama. Tanpa kusadari, aku mulai memiliki perasaan berbeda terhadapnya. Dan dia sepertinya juga merasakan hal yang sama. Tapi kami tidak mengatakannya. Sampai pada suatu hari, Rama tiba-tiba memberitahuku bahwa dia akan pergi. Aku tertegun, menatapnya dengan tak percaya. "Pergi ke mana?" Rama menatapku, rasa enggan terpancar di matanya.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
LENYAPNYA SUAMI DURJANA

LENYAPNYA SUAMI DURJANA

lirih Rama dengan sorot mata yang tampak seperti orang bingung. Kendis berlonjak kaget. Ia tak menduga kalau Rama akan mengunjunginya hari ini. Akan tetapi, Kendis juga sudah mempersiapkan diri atas pertanyaan yang akan dilontarkan Rama padanya. Sebab wanita yang serupa dengannya telah menceritakan kejadian semalam. "Rama ... kamu ke sini lagi?" tanya Kendis basa-basi. "Ya, Mbak. Aku baru saja ingin menanyakan tentang sosok wanita ini. Tak disangka ternyata aku bisa bertemu lagi dengannya di sini," ujar Rama sambil menoleh ke arah wanita itu.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang: Terpaksa Jadi Pemuas

Hasrat Terlarang: Terpaksa Jadi Pemuas

ucap Rama sembari mengambil ponsel nya untuk mengirimkan pesan ke Anna. Rama sudah memesan hotel untuk bertemu Anna yang sudah di sepakati, mereka akan bertemu pukul 7 malam. Anna bingung karena hanya selang sehari pria itu sudah meminta nya bertemu lagi. Tapi karena uang akhirnya Anna menuju ke hotel yang sudah di sepakati.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
PWSPD 2 : AKHIR DUNIA

PWSPD 2 : AKHIR DUNIA

Hari ini sudah memasuki musim panas di kerajaan Bamaraya, semua orang mulai menanam berbagai macam sayur-sayuran. "Buku apa yang kau berikan?" tanya Jaya lagi, ia seolah menduga-duga apa yang mau Rama lakukan. "Buku rahasia," sahut Rama dengan senyum tipisnya, "Alan, buku itu bersifat rahasia, jangan beritahu orang lain saat kau mempelajari buku itu selain orang yang benar-benar kau percaya." kata Rama lagi. Mendengar itu tentu saja Jaya melotot tak percaya, bisa-bisanya Rama berkata seperti itu di depannya. "Jadi kau tak percaya kepadaku?" kata Jaya dengan nada penuh drama.
1033.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 946 kali sebagai rendezvous with rama books
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Ummi
Pembacaa, othor minta maaf ya... othor lagi di platform sebelah, rezekinya lagi di sono kemaren... "Saka sang Ahli Medis" di platform m@xnov3l, jangan lupa mampir yak (kabur dulu, takut kalian pukulin kalau lama di sini (⁠人⁠⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)) Rama bakal dilanjutin kaga? lanjuuuut kok!
Caca Marica
Berawal berhadapan dengan musuh dari sesame bangsa manusia, lalu lanjut bertemu he wants spiritual dan bangsa peri… setelah itu, berhadapan dengan Pasukan setan dan iblis… sekarang face to face ama siluman… jadi macam baca novel mistis binti horor deh… tapi, ga nyeremin, ngangenin malah iya… ...
Baca Semua Ulasan
Petualangan di Planet Tera

Petualangan di Planet Tera

Sementara butir-butir keringat mulai merembes dari kening dan seluruh tubuhnya. Beberapa saat kemudian, tanah yang berada di bawah Pariraka telah gersang. Sebentar lagi tempat itu mungkin akan mengeluarkan api. Melihat hal itu, Pariraka menghentikan energi intinya dan berjalan ke arah Rama. "Bagaimana?" tanya Pariraka sambil tersenyum. Rama yang masih terlihat berkeringat deras hanya bisa mengangkat tangan kanannya. Jari telunjuk dan ibu jarinya bertemu membentuk huruf 'O'. "Luar biasa!" ucapnya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Chiara menggeliat pelan, tapi tetap terlelap. Sebelum keluar kamar, Rama berdiri sejenak, memperhatikan sekeliling. Pandangannya menyapu tumpukan buku gambar, bekas-bekas crayon, dan beberapa mainan yang mulai kusam. Semua tampak sederhana, terlalu sederhana.
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
Diperas Mafia Tengil

Diperas Mafia Tengil

*** Siang hari di sebuah kios kosong di sebuah gedung trade center yang terbengkalai. Ramon dan Rea mengadakan pertemuan dengan Rama yang ditemani oleh salah seorang anak buahnya. Setelah berbincang sejenak, mereka lalu saling menukar tas yang dibawa oleh masing-masing. Entah apa isinya, namun kedua tas tersebut cukup besar dan terlihat agak berat. Ramon sendiri lalu menyalami Rama dengan disaksikan oleh Rea dan anak buah Rama. Meski menyambut uluran tangan Ramon, sikap Rama tidak seramah Ramon.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
Bukan Inginku Menjadi Istri Kedua

Bukan Inginku Menjadi Istri Kedua

racau Rama. Namun, Indira tak mengerti apa yang baru saja pria di depannya katakan. Sedangkan Rama tak pernah lupa apa isi curahan hati Indira di buku diary kecil dalam tas perempuan itu. Ya, Rama telah lancang membaca goresan tangan Indira tentang Aryo dan beberapa lembar syair cinta yang membuat hati Rama seakan terbakar.
14.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
Destiny About Me

Destiny About Me

"Lah kok ngegas, kan lo yang ngomong tadi," "Tau ah, kesel gue." gerutunya lalu melihat kearah lain, sedangkan Dafa tertawa puas. "Oh ya, gue udah ngomong belum sama lo?" "Ngomong apaan?" tanya Tito fokus kembali pada sahabatnya. "Kemarin lusa, Rama datang terus gue samperin. " "Hah! Kapan?" "Beberapa hari yang lalu, tapi dia cuma ngancem gitu terus pergi."
12.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

Lintang kembali berteriak ketika melihat Rama mempercepat jalannya. “Aku datangi Papa.” Rama menunjuk Raga yang berada di bawah podium, dan tengah berbicara dengan seseorang. Saat Lintang sudah melihat Raga, maka ia pun mengangguk dan membiarkan Rama berlari menghampiri sang papa. “Aku datangi mas Raga bentar, Tan.” Intan mengangguk. “Aku mau lihat-lihat dulu.” Saat keduanya berpisah, Intan memilih berkeliling melihat banyaknya buku-buku yang tengah ditata dengan rapinya oleh para sales, atau karyawan dari semua distributor buku yang mengikuti pameran kali ini.
9.8411.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai rendezvous with rama books
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status