Lelaki Pengganti
“Sudah, pergilah wanita bodoh. Kamu sudah membuang buang waktu ku, yang lebih penting dari pada dirimu yang sangat kotor ini.”
“Kau,,,,” Mataku melotot dan langsung menamparnya.
“Plaakkkk,,,,”
“Barani sekali kau menamparku, wanita Kotor!” Bentak lelaki itu padaku, ia terlihat merasa kesakitan.
“Jaga ucapanmu! Jangan hanya karena kamu orang kaya, jadi seenaknya merendahkan orang lain!” Seruku dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.
Hot Chapters