Love Affair (Bahasa Indonesia)
"Lily, berhentilah memainkan ponselmu. Kita sedang makan."
Belum sempat aku membaca isi email Matthew hari ini, aku pun akhirnya memasukkan ponselku ke dalam tas. Aku kembali melahap makanan yang sudah tersedia di meja kami. Menghela nafas dalam, aku sebenarnya tidak berselera melahap salad sayur. Julian bilang pipi dan tanganku terlihat besar dari biasanya. Jadi dia langsung mengatakan tidak ketika aku mengusulkan fast food.
"Fast food tidak punya ruang private, sayang. Aku lebih suka kita makan dengan nyaman seperti ini."