Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jerat Dendam Sang Pewaris

Jerat Dendam Sang Pewaris

Detak jantungnya naik turun tak karuan. Liam menyeringai, ia menempelkan hidungnya pada hidung Lily, membuka kancing kemejanya dengan tidak sabaran dan sekejap kemudian pandangannya berubah buas, ia hendak melahap bibir Lily dengan bibirnya. “Ckckck, hewan juga sepertinya kalah panas dari kalian berdua,” cemooh seseorang dari arah pintu ruangan itu. Memegang ponsel dengan posisi merekam video.
105 viewsOngoingAdded to Library 3 Times as lick
Read
+Library
Unknown

Unknown

“Mau ngamen bund biasa” “Sa ae u hahaha. Eh Bim kabar Miku gimana?” “Dicolong sama tikus keknya”ucapku sambil beranjak meninggalkannya “Ehhhhh Bimmmmm becandaaa kan? BIMOOOOO!”teriaknya yang sudah samar ku dengar karna aku sudah berjalan jauh darinya. Aku tertawa puas. Tolong aku bahagia. ---
2.1K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as lick
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

sambungku sembari tersenyum kearahnya. Septian menatapku tanpa membalas ucapanku. Lift pun menjadi hening. Aku pun tidak bisa berkata-kata. Mata milik Septian seakan mengunciku. Ini pertama kalinya aku mendapati Septian yang menatapku lembut. Mata itu menunjukkan rasa senang, namun bibirnya sama sekali tidak tercetak senyuman. Di sisi lain, lewat mata itu aku bisa merasakan sesuatu yang kelam, yang tidak kuketahui apa itu. TINGGGG!!
2.9K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as lick
Read
+Library
Lemon

Lemon

#4. Secret 🍋Selamat Membaca🍋 Canggung, itulah yang cocok untuk suasana saat ini. Beby tidak tahu kenapa Rehan bisa datang ke kontrakan dengan keadaan cukup mengenaskan. Wajah penuh lebam dan pakaian kusut. Rehan tengah mengompres lukanya sendiri dengan air es yang sudah Beby siapkan di tambah handuk kecil. Sesekali terdengar ringisan dari mulut Rehan.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as lick
Read
+Library
Broken

Broken

teriak Andi sambil menguap saat jam pelajaran pertama berakhir. Rino pun segera mendekati temannya yang berteriak sambil menguap. Ia memukul kening temannya itu dengan sebuah buku tipis. “Woi! Sakit!” teriak Andi kesakitan karena buku yang didaratkan di atas keningnya.
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as lick
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status