Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menggoda Ibu Tiriku

Menggoda Ibu Tiriku

Dua garis .... Dua garis .... Air mata Sierra langsung meleleh tak terkendali dan ia pun langsung menoleh menatap Lidya. "Dua garis, Ibu? Ini dua garis? Artinya aku hamil kan, Ibu? Aku hamil?" tegas Sierra tidak percaya. Lidya sendiri yang masih menangis hanya tersenyum dan mengangguk. "Kau hamil, Sierra! Kau hamil!" Lidya membenarkan itu dan Sierra pun tidak tahan lagi.
10191.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

kata suara purba itu, “dan jadilah jembatan, bukan dinding.” Cahaya menyilaukan menelan segalanya. Dan dalam kilatan terakhir, Bara melihat bentuk dirinya sendiri terbelah dua, satu manusia, satu cahaya, lalu keduanya menyatu menjadi satu nada panjang yang bergema ke segala arah. Ketika Bara membuka mata, ia sudah terbaring di tanah lembah. Risa menangis di sampingnya, mengguncang tubuhnya.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Terpisah Antara Dua Dunia

Terpisah Antara Dua Dunia

John tak lagi ragu dan langsung berangkat ke Ocarina. Mereka terus berkomunikasi lewat telepon. Tapi, suara Ali terdengar agak ragu, “Tempat istrimu menghilang adalah tepi laut. Mungkin itu semacam gerbang yang menghubungkan dua dunia, tapi ….” “Mungkin kamu harus melompat ke laut itu ….” “Tentu saja kamu bisa memilih untuk nggak percaya ….” “Baik, aku akan lompat.”
7.927.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 607 kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

Tapi. “KRAAAA!!!” Bayangan Diri Li Yuan berdiri di depan. Menahan cahaya itu. Tubuh Li Yuan terbelah dua—Diri Spiritual dan Diri Duniawi. Yang satu menahan, yang lain menyerang dari belakang. SHHHRRAAAKKK!!! Dewa Langit menjerit. Tubuhnya pecah. Energinya tercerai-berai. Ribuan fragmen menyebar ke seluruh dimensi.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Liontin di tangannya bergetar pelan. “Kenapa Larasati harus mati?” tanya Anya, suaranya lirih tapi tajam. Sosok itu menunduk. “Karena dia tahu. Dia tahu tentang eksperimen Nathan. Tentang bagaimana dia mencoba… membelah jiwa.” Anya mundur satu langkah. “Apa maksudmu membelah jiwa?” “El dan aku bukan hanya kembar… kami adalah hasil dari ritual yang gagal. Nathan ingin menciptakan dua pribadi dari satu sumber. Tapi sesuatu yang gelap ikut terbawa keluar.”
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

"Kau akan tetap menjadi istriku, seperti yang aku katakan. Kau akan tetap bisa melanjutkan program spesialis ke luar negeri setelah ini, kita akan melupakan semua ini, dan melanjutkan hidup kita yang dulu." Air mata Lidya kembali tumpah. Semua itu seperti sebuah tawaran surga yang datang dengan satu harga mutlak yang tak bisa ia terima. Bima melangkah mendekat, mengikis sedikit jarak di antara mereka, dan kemudian, ia berbisik. Bisikan yang menghancurkan semua harapan, yang mengakhiri segalanya.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Lenyap Usai Kata Pisah

Lenyap Usai Kata Pisah

Sofia berdiri di jendela, menatap ke jalan kota yang ramai di bawahnya, dunia yang jauh dari pegunungan dan kediaman Mahendra. Di pelukannya, tertidur seorang bayi laki-laki dengan rambut gelap lebat, kepalan tangannya mengepal di dadanya dengan penuh kepercayaan. Martin Mahendra. 3,2 kilogram, dia tumbuh dengan keajaiban yang sempurna dan menuntut.
9.744.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 887 kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

“Nadzhoman itu lalaran.” “Apa? Lalaran? Apa itu lalaran?” Ameera semakin merasa aneh dengan bahasa-bahasa yang disebutkan oleh Ayu. Ayu lekas meraih tangan Ameera dan menariknya. “Sudah ... nanti kamu juga tau apa itu lalaran!” ucapnya seraya melangkah keluar beriringan dengan Ameera menuju masjid. ***
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Towards You

Towards You

Intinya saat ini keduanya benar-benar menikmati setiap menit dan detik yang dengan kejamnya terus berjalan cepat. “Apa aku seperti anak kecil di matamu? Aku ini sudah dewasa kau tahu, umurku sudah dua puluh tiga tahun. Aku sangat bisa pulang sendirian. Apalagi rumahku juga sangat dekat dari sini,” canda Lidia dengan tawa renyah khas miliknya itu. “Kenapa kau tidak peka sekali? Ini artinya aku ingin bersamamu, Lidia. Dasar!!”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Hati yang Terbagi

Hati yang Terbagi

Kelahiran Nadiva Az-Zahra anak perempuan keduaku menjadi harapan yang seakan kandas. Nadiva lahir dengan keadaan fisik yang tak sempurna. Bibir dan langit-langit mulut Nadiva tidak normal. Orang biasa menyebutnya bibir sumbing. Awalnya aku menangis mengetahui hal itu. Apalagi tampak gurat kecewa diwajah Mama. Bersyukur Mas Ubay selalu menguatkan hatiku.
10195.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai lidah terbelah dua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status