Sentuhan Adik Sahabatku
Wangi alkohol, parfum lembut, dan aroma vanilla dari lilin bercampur jadi satu, menusuk hidung.
“Dan kamu…” suaranya serak, hampir seperti helaan napas panjang. Jari telunjuk Jennar terulur, ringan menyentuh dada Birru yang kencang di balik kaos. Sentuhan itu seolah tak bermakna, tapi membuat Birru membeku.
“.... Punya kamu keras?” lirih Jennar, matanya sayu namun penuh intensitas.
Birru mengembuskan napas panjang, berat dan lama saat jemari itu menyentuh bidang dadanya.