PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
“Nona tenang saja, tak akan terjadi sesuatu kepada Nona, selama Nona mau bekerja sama dengan saya. Lihatlah baik-baik wajah rakyat Nona yang penuh peluh dan keringat karena mencari sesuap nasi untuk keluarga mereka yang menunggu di rumah. Mengapa perasaan Nona begitu kebas dan tega terhadap mereka?”
“Huh...!” Putri Arjani langsung mendengus dan membuang wajahnya ke arah lain, seolah-olah tak ingin mendengarkan apa pun yang diucapkan oleh sang pemuda asing itu.
“Namaku Anom. Nona tadi menyakan siapakah saya, kan?” lanjut Raden Anom lagi dengan santai tanpa menoleh. “Nama lengkap saya Raden Anom.”