KEMBALINYA SANG RATU
Sementara di Brussels, seorang anak memungut koin kampua yang berbisik: "Sejarah akan berulang, tapi kali ini, kitalah yang menulis puisinya."
Lintang menatap Matahari Hitam dengan tatapan tajam, siap untuk menghadapi kekuatan gelap yang mengancam keberadaannya. Dengan langkah mantap, ia melangkah maju, siap untuk melawan dengan keberanian dan kekuatan yang dimilikinya. Angin hampa ruang angkasa menerpa tubuhnya, namun Lintang tetap tegar dalam tekadnya untuk melawan kejahatan yang mengancam seluruh alam semesta.