Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tangisan Widuri

Tangisan Widuri

ucap Isma. Sementara Widuri terdiam dengan terus menahan hatinya. Tidak! Tidak! Kamu tidak boleh menangis Widuri. Setelah ini apapun yang kamu akan terima kamu tidak boleh menangis. Widuri! Kamu sudah membuat keputusan. Dan kamu yang harus menerima konsekuensi apapun akibat keputusanmu ini. Gumam Widuri sembari menelan tangisannya lebih dalam. Widuri menggigit bibir bawahnya dan mengepal tinjunya untuk menahan rasa sakit di hatinya.
1011.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 241 Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
OGAH MARRIED!

OGAH MARRIED!

Layar LCD kemudian menampilkan lirik ‘Beta Janji Beta Jaga’ sebuah bahasa Ambon yang masih bisa dengan mudah diartikan sebagai ‘aku berjanji kan kumenjaga. Danke banya lai Tuhan Su kasih dia par beta Inikah tulang rusuk Yang tuhan ambel dar beta [Terimakasih Tuhan telah berikan dia padaku; Inikah tulang tusuk yang Tuhan ambil dariku?] Pak Minggus memberikan applause diikuti beberapa orang. Indera pendengarannya menikmati setiap denting nada yang sulit diuraikan keindahannya. Bayangan cinta yang ia pernah alami di kampung halaman membuat matanya membasah.
105.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 148 Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
Istriku Tak Pernah Membantu Memasak di Hajatan Keluargaku

Istriku Tak Pernah Membantu Memasak di Hajatan Keluargaku

Lukman menambahi. Semua orang di sana nampak bersedih dengan musibah yang terjadi pada Ida. Apa lagi Bu Nani, dia juga tak berhenti menangis saat tahu si jago merah membakar habis seluruh harta benda si sulung. “Tetap saja, musibah ini benar-benar membuat Mbak bingung, Man. Bingung harus tinggal di mana.”
9.849.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

Mereka memang bisa, Karena dari kecil sudah terbiasa mendengar nyanyian itu. Air mataku menetes mendengar mereka menyanyi, biarpun bahasa daerah, aku mengerti, Butet menyanyikan lagu tentang perjuangan orang tua. Aku menangis haru. "Papap, Tatak, Babam," Cantik yang ada di pangkuanku sibuk memanggil ayah dan Abangnya. Selesai selingan hiburan, dilanjutkan kata sambutan dari Ibu Menteri. Ibu menteri itu naik ke panggung, setelah basa-basi sejenak.
1080.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
Armaya Dvyendu Paksha

Armaya Dvyendu Paksha

Ku akan selalu ada untuk mu Walau kau bersama dengannya Ku bahagia melihat Kau bahagia dengannya "Mbak nggak papa Mbak,"tanya supir travel begitu mendengar ku begitu terisak kencang apalagi setelah ada lagu yang memang tepat dengan lagunya. Ku bungkam bibir ku untuk menutup semua luka begitu beberapa penumpang travel masuk.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 110 Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang

Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang

bab 9 Ponselmu untukku Ibu menangis kejer seperti anak kecil, ia duduk di tanah sambil meraung, aku dan Sela saling memandang, merasa heran melihat nenek tua meraung seperti anak kecil. "Allah ga ridho kali ya duitnya dirampas paksa sama mertua Mbak, makanya ga lama langsung dicopet," bisik Sela. Kali ini aku setuju dengan pendapatnya.
9.7349.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 10.5K Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan

Mbok Jum mengusap air mata yang begitu saja menitik dari matanya. "Mbok, kenapa menangis?" tanya Shafira lirih. Mbok Jum kaget, dikiranya Shafira sedang tertidur pulas, tak tahunya malah memergoki dirinya yang tiba-tiba saja menangis di samping Shafira. "Oh, ehm ... nggak, Nduk. Si mbok nggak menangis. Ini, cuma kelilipan tadi habis membersihkan sarang laba-laba yang di atap."
5.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 125 Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Butakah dia? “Aku malu, Mi!” Dinda membentak Ummi. Perempuan itu menangis dengan derasnya. Sementara aku hanya dapat memandangi adegan dramatis yang mereka lakukan dengan rasa malu luar biasa. Terlebih si cici tampak tak enak hati dan serba salah. Mas Yazid yang berdiri tak jauh dariku, bergerak maju. Diraihnya tubuh Ummi untuk bangkit berdiri. Dengan penuh kelembutan, Mas Yazid menghapus air mata sang ibu.
1032.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

"Apa maksudmu?" Jatinegara tersenyum tipis. "Seseorang masih harus menebus jiwanya…" Angin bertiup lebih kencang. Dan tiba-tiba, Jatinegara menangis keras, tubuhnya mulai menggigil. Lila langsung menarik anaknya ke dalam pelukannya, menenangkan tubuh mungilnya yang kini kembali normal. "Aku di sini, Sayang! Ibu di sini!"
103.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 110 Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
IBUKU PELAKOR

IBUKU PELAKOR

Apakah Bang Dion yang menangis? Kudengar suara Nenek atau Bilek Ratmi ya, yang juga menangis. Banyak kata-kata tak jelas yang kudengar. Biarlah, paling Bang Dion. Sejak di kuburan tadi, dia memang terus menangis.
8.821.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 568 Beses bilang lirik bumipun turut menangis
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status