Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MARBOT MASJID ITU TERNYATA KAYA

MARBOT MASJID ITU TERNYATA KAYA

Bima pun meminta maaf dan mencoba memeluk Bik Ijah. Tanpa diduga, Bik Ijah yang berada dalam pelukan itu meneteskan air mata. Baju yang Bima kenakan telah basah akibat tetesan air bening yang baru saja keluar dari pelupuk mata Bik Ijah. Ya, wanita tua yang sudah menganggap Bima layaknya seorang anak. "Kenapa Bik Ijah menangis? Apa ada yang salah?" tanya Bima sembari melepaskan pelukannya.
9.522.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 802 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Sekedar calon. "Jangan pura-pura nangis deh!" Suara seseorang membuyarkan lamunanku ketika kami sedang menatap dan Joo berusaha mengusap air mata ini, tetapi hal itu tidak dia lakukan. "Bibik Lasmi," ucapku seraya menoleh padanya yang berdiri di ambang pintu.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Perceraian yang Terindah

Perceraian yang Terindah

Terharu, bahagia, dan bersyukur mempunyai menantu semulia Laniara. Sanjaya, yang tadi tak menangis, berbeda dengan kini, matanya mulai berair dan perlahan menetes membasahi pipi. "Sayang ... aku saja tidak sampai berpikiran seperti apa yang kamu ucapkan tadi. Extra part-nya yang ini udah dulu yah, ku sambung lagi ntar.
1036.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 980 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Menggoda Ibu Tiriku

Menggoda Ibu Tiriku

Bik Mala dan Stephanie sendiri ikut merasakan euforia hari itu dan ikut menangis, sedangkan Lalita sudah kebingungan mengapa semua orang menangis, namun ia tidak banyak bertanya. Berbeda dengan Julio yang terus menarik baju Bik Ita. "Mengapa semua orang menangis, Bik?" "Semua orang bahagia, Julio." "Kalau bahagia kan seharusnya tertawa, kok menangis?" "Kalau terlalu bahagia, orang juga bisa menangis, Sayan. Semua orang bahagia, Julio. Semua orang bahagia," ulang Bik Ita. Lidya yang mendengarnya pun langsung meminta Julio naik ke pangkuannya lalu Lidya memeluk erat Julio sambil tetap menatap Bastian dan Sierra di sana.
10190.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

tanyaku kepada Bi Yuli yang juga ikut menangis. “Itu, Mbak, anu ...,” Next?
9.949.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

bujuknya Bumi memasukkan satu suap nasi ke mulut Senja. Sehabis itu dia langsung memeluk tubuh Senja dengan erat."Makasih sudah jadi mama Bumi. Bumi akan kuat, Bumi akan menjaga mama. Kita akan berjuang bersama," semangat Bumi. Hati Senja melompat senang. Anaknya sudah tidak sedih lagi. Mereka berdua akan berjuang di dalam rumah ini. Tidak peduli siapa yang akan menjadi lawannya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dia menumpahkan kerinduan dan rasa syukurnya di kaki majikan lamanya. "Saya kira saya bakal mati sebelum bisa lihat Nyonya Liora duduk di kursi ini lagi. Gusti Allah Maha Baik..." racau Bu Darmi di sela tangisannya. Pak Budi dan Mbak Inem berdiri di belakang Bu Darmi dengan kepala tertunduk. Mata mereka juga terlihat berkaca-kaca menahan air mata. Pak Budi sesekali menyeka sudut matanya dengan punggung tangan yang keriput.
9.31.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47.4K kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Menyingkirkan Pelakor Tak Tahu Diri

Menyingkirkan Pelakor Tak Tahu Diri

"Sorry, Dad." "For what?" "I'm crying." "Then?" tanya Vano ingin tahu. "Temanku bilang, laki-laki tidak boleh menangis," jawab Bima polos. Vano tertawa. Lembut dia menghapus jejak airmata di pipi gempil Bima. "Laki-laki juga manusia. Tentu boleh menangis. Menangis bukan berarti kita lemah. Asalkan tidak berlarut-larut. You get it?"
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Halalkan Aku Saat Hilal

Halalkan Aku Saat Hilal

Jawab kedua saksi dengan lantang. "Alhamdulillah." Seru kedua pihak Keluarga Burhan dan Mufid. Farida tengah menangis sesenggukan dipelukan Mafaza, tak lupa Maryam menangis haru untuk melepas sang Putra pada wanita pilihannya. Dari proyektor Mazaya tampak menitikkan air mata kebahagiaan didampingi Lin Jin Gouw dan Yunita disebelah kanan kirinya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu.. Bila kau tak di sampingku Bila kau tak di sampingku..” Ridwan, Lili, Riris dan Rianti bernyanyi bersama-sama. “Hup! Semua! Tangannya ke atas! Tere rere rereng tererereng..” ucap Ridwan bersemangat. “Takkan kubiarkan kau menangis Takkan kubiarkan kau terkikis Terluka perasaan oleh semua ucapanku..”
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai lirik bumipun turut menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status