Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pedalaman Gumantra

Pedalaman Gumantra

Suara-suara itu seperti suara manusia, semakin di dengar semakin banyak. "Apa ada yang dengar?" tanya Mahesa pada yang lain. Semua mencoba memfokuskan pendengaran masing-masing dan mereka menangkap suara-suara itu. "Ini suara manusia. Artinya kita semakin dekat dengan peradaban. Ayo teruskan langkah," ujar Brady pula. Mahesa dan yang lain meneruskan langkah kembali meski Mahesa merasa suara-suara itu bukan seperti suara manusia yang bercakap-cakap melainkan seperti suara jeritan dan erangan. Namun enggan berdebat, ia memutuskan untuk meneruskan langkah.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

"Buah naga diatas bara, ada lidi di dekat kripik. Semoga kampus kuning sejahtera, menjadi kampus terbaik." "Yeeey, balaasss..." sahut penonton, "Tikus mainin lidi di dekat kripik, tak lupa juga ikut si itik. Kampus kuning memang terbaik, seperti eneng yang cantik. Eeeaaaa," salah satu penonton membalas pantun Elisa. "Aaassseeeekkk, lanjut maaang," "Empat kali delapan tiga dua, sempat gak sempat kita harus bersua," celetuk Riri membawa gendangnya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Istri yang Tak Dinafkahi

Istri yang Tak Dinafkahi

Selalu dia yang dianggap tak becus. *** Dua ekor ikan kakap goreng, semangkok sambal terasi, dan irisan lalapan segar menghiasi meja makan di rumah Ardi. “Nah, ini baru masakan yang membangkitkan selera!” Ardi berdecap, air liurnya terbit menatap hasil masakan Sindy yang masih menguarkan aroma gurih itu. “Ambilkan aku nasi yang banyak, Sin!”
13.0K viewsOn holdAdded to Library 337 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Hasratku Menjadi Candunya

Hasratku Menjadi Candunya

Padahal cuma menatapnya sebentar! --- Setelah kejadian itu, suasana di dalam mobil terasa jauh lebih santai. Kekakuan dan tekanan yang sempat menggantung di udara perlahan menghilang. Karena dilarang mengganggu, Nan Shiyu pun menyalakan musik, memilih lagu yang lembut dan ceria. --- Malam itu, Butler Chen menyiapkan jamuan khusus — hidangan serba kepiting.
10791 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

ucap Sophia Wanita itu menata makan malam mereka dengan rapi. Ada beberapa jenis makanan kesukaan Shaka, udang goreng mentega dan juga iga bakar. Sophia sengaja membuat sayur pakis yang dia inginkan sejak sore tadi, di campur dengan jagung manis. Sophia pikir Shaka tidak suka dengan sayur pakis, tapi yang ada pria itu bisa menghabiskan sayur pakis yang diinginkan Sophia. “Aku pikir hubungan baru kita sudah semakin dekat, aku hanya mengingatkan untuk tidak saling jatuh cinta.” jelas Shaka.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

"Rina, katakan sesuatu pada Kakak. Maafkan Kakak, oke?" Aku berdiri di samping sambil menyeringai sinis. William adalah penyanyi terbaik yang sedang naik daun. Aku telah berusaha keras untuknya di balik layar. Banyak lagunya yang bagus diciptakan olehku. Pada pagi hari itu, Linda memberiku sebungkus bumbu alergen. Aku berpikir segala sesuatu akan menjadi lebih baik. Terutama pada hari itu. Aku sudah menciptakan sebuah lagu dan ingin memberikannya pada William sebagai hadiah ulang tahun debutnya yang kedua.
8.8K viewsCompletedAdded to Library 238 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Hasrat Sang Pewaris

Hasrat Sang Pewaris

Lalu, ia menempelkan kepalanya di bahu Saka, menyandarkan segalanya di sana. “Aku pernah berharap bisa punya hidup yang tenang. Tapi ternyata aku salah. Aku nggak butuh hidup yang tenang... aku butuh hidup yang utuh. Dan hidup itu... ternyata bersamamu,” ucap Anggia pelan. Saka memejamkan mata, lalu mencium keningnya. Lama. Dalam.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Selubung Memori

Selubung Memori

“2020. Hanya satu-dua buku. Selebihnya tidak ada.” Aku berusaha meresapi itu, sebagian karena aku tidak terlalu suka berandai-andai pada peradaban masa lalu yang tidak pernah kurasakan—karena sejauh yang kuinginkan, aku hanya ingin hidup tenang—terlepas bersama peradaban atau tidak. Namun, aku mengerti perasaan Reila. Peradaban memang menggiurkan. “Kara bilang,” kataku, “tiap penghuni di Padang Anushka pasti punya satu motivasi saat perang. Jadi, motivasimu ingin lihat peradaban?”
1019.3K viewsOngoingAdded to Library 443 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Koma

Koma

GERIMIS Gerimis ing latar omah Nelesi lemah garing Kaya-kaya ngece ati iki Ati kang tansah garing Ananging kui gur cerita lawas Dina iki Waktu iki Ati garing wes teles kebes Geting Geting karo gerimis kang gebyur ati iki Kang gawe uripku ruwet Kang gawe atiku ketar-ketir Gerimis metuk udan Udan metuk gerimis Lungo ninggalke lemah teles Meneng-meneng suket tukul ana ing kana Slirahmu sek tak getingi Slirahmu sek gawe awakku guyu Rasa-rasa mendung Maleh dadi rasa tresno Duh, gusti matursuwun Sekabehane puji kagungane. panjenengan
102.8K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
Andai Semua Berbeda

Andai Semua Berbeda

Betapa tidak adil hidup padanya. Hingga dewasa, mengharap sedikit kebahagiaan, mengapa itu tampaknya permintaan yang terlalu muluk? Apakah Tuhan tidak sayang padanya? Apakah Tuhan lebih mendengar doa orang yang hidup lebih enak darinya? "Hei ... Bicara apa kamu?" Rania mengusap rambut Fea. "Kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan kamu. Ini langkah awal buat kamu. Oke?"
9.935.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as lirik feast peradaban
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status