Obsesi Liar Kakak Iparku
Raka malah tertawa lepas, sama sekali tak menaruh curiga.
Samudra memiringkan kepala, menatap wajah Aria yang pura-pura fokus ke pijatan, lalu menjawab dengan suara rendah namun cukup jelas, “Manis… harum… bikin nagih. Pengen lagi, sih.”
Jantung Aria berdentum kencang. Ia tahu betul siapa “cewek” yang dimaksud.
Raka, bodohnya, malah menyahut sambil tertawa, “Tinggal minta lagi aja, Mas. Biar puas!”