Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim
Hatinya seolah merasa dikhianati entah untuk yang ke berapa kalinya dengan orang yang sama pula.
“Shit, lagi-lagi dia muncul,” decak Bara. “Rena, kamu membuatku semakin membencimu,” lirihnya dengan tatapan penuh rasa cemburu.
Seolah sandiwaranya sudah cukup memuaskan, Jeno memilih untuk menyudahinya.
“Capek akting terus, benaran juga aku mau,” ucap Jeno sambil tersenyum miring.
“Sorry, kakak Jeno-ku tersayang,” kata Rena sembari memiringkan wajah sekaligus melebarkan senyumnya.
Hot Chapters