Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
Beberapa yang lebih berani mulai mendekati peti mati kosong itu, memeriksa dengan curiga.
Tuan Rhodes menunggu hingga momen yang tepat. Ia berdiri di samping panggung kecil yang telah disiapkan, mikroport sudah terpasang di kerah jasnya. Di tangannya, sebuah lembaran kertas berisi pidato duka yang telah ia latih berulang kali.
"Hadirin sekalian," ucap tuan Rhodes mulai, suaranya bergema melalui pengeras suara, "terima kasih atas kehadiran anda semua di malam yang... kelam ini."