Gairah Sahabat Suamiku
"Jurang terlalu dalam dan curam. Tapi Anda tidak perlu khawatir, tim kami akan segera mengangkat tubuh korban. Maaf, jika korban sudah kehilangan nyawa."
Ucapan itu seperti pisau yang mengiris dada Romi. Ia terdiam, menutup matanya rapat-rapat, mencoba mengatur napas yang terasa semakin sesak. Wajah Lio terbayang jelas dalam benaknya, wajah sahabatnya yang sudah rapuh, kini harus dipaksa menelan kenyataan bahwa wanita yang paling dicintainya mungkin telah pergi selamanya.