Sketsa Hujan
silvia siwisuara elanggambar elang hitamnovel aksara untuk eleaelang perak
Saat ia melangkah masuk ke dalam garbarata, ia merasakan beban di pundaknya luruh satu per satu.
Pesawat Air France mulai pushback dari apron. Di dalam kabin yang sejuk, Aksara memasang headphone, memutar melodi piano yang tenang, dan memejamkan mata. Ia siap lahir kembali di Paris.
Di saat yang hampir bersamaan, di atas permukaan laut, pesawat domestik yang membawa Elang sedang melaju kencang menuju bandara tempat Aksara lepas landas. Elang duduk di dekat jendela, namun matanya tidak menatap pemandangan. Ia terus menatap jam tangannya. Setiap menit terasa seperti siksaan. Ia telah menyusun rencana gila di kepalanya: mendarat, lari ke studio Aksara, berlutut, dan memohon maaf. Ia yakin, keta