Pernah dengar lagu 'Assalamualaika' yang viral beberapa waktu lalu? Aku pertama kali menyadari keunikannya ketika teman kosan memutarnya sambil masak mi instan. Ternyata itu adalah karya Sabyan Gambus, grup musik yang mengusung nuansa modern dengan sentuhan gambus tradisional. Yang bikin menarik, mereka menyelipkan lirik dalam tiga bahasa—Arab, Indonesia, dan Inggris—seperti potret harmoni budaya zaman now. Aku suka bagaimana mereka membungkus pesan spiritual dalam kemasan yang segar, cocok didengerin baik saat santai atau mencari ketenangan. Beberapa bulan setelah itu, aku bahkan sering nemuin cover-nya di TikTok, bukti betapa lagu ini resonan banget di berbagai kalangan.
Uniknya, Sabyan Gambus nggak cuma populer di kalangan anak muda urban, tapi juga jadi favorit di acara-acara keluarga sampai pengajian. Aku ingat pas liburan Lebaran tahun lalu, lagu ini diputer terus-menerus di rumah saudara sambil ngopi-ngopi sore. Ada semacam rasa bangga gitu liat musik religi bisa dikemas tanpa kehilangan esensi, tapi tetap catchy buat telinga generasi digital. Nggak heran sih, mereka sampai kolaborasi sama artis macam Maudy Ayunda, menunjukkan fleksibilitas musiknya yang nggak terkotak-kotak.