Bintang untuk Angkasa
"Lo ... lo ... juga nggak bakal biarin itu kan? Lo gak bakal tetep ada di sana selamanya, kan? Atau ... atau ... lo pengen gue jemput? Gue harus ke tempat lo dulu baru lo mau pulang? Atau gue harus cium lo seperti di dongeng, biar lo mau bangun? Gue harus gimana? Tolong, Bintang. Kasih tau gue, tolong."
Suara Angkasa makin serak. Tenggorokannya terasa sakit, menahan semua ini membuatnya merasakan kesakitan yang luar biasa. Ia kembali menangis, terisak. Tak akan pernah ia sanggup membayangkan bahwa gadis di hadapannya itu perlahan menghilang. Tidak!
"Dia akan bangun, kamu harus tetap percaya itu."
Hot Chapters