Nikah, tapi Gengsi!
Berulang kali dia berusaha menutup telinganya, bagi Sam ini sangat buruk lagi menyakiti telinganya, terlebih lagi ini disebutnya kampungan, tidak berkelas sama sekali.
“Cantiknya, Pi!” kata mami Dara memuji Bulan yang sudah siap di ruang tamu, gadis itu berdiri dan bersalaman dengan keduanya. “Mami nggak salah milih kamu, Lan. Sehat-sehat ya, Nak!”
“Makasi, Te-“
“Mami, udah jadi mami kamu, hayo!” potong mami Dara protes.
Bulan terkekeh, lalu mengubah panggilannya. “Makasi, Mi. Ayo, masuk ... sebentar lagi, pak penghulunya datang!”
Hot Chapters