Aliandra 'Tuan Muda Tersayang'
Novi Lestarikenapa ibu ejen ali meninggalsang pewarisPewariscerita dewasa saudara
Tentu saja Waluyo menjadi merasa takut dan tentu saja ia merasa tidak enak juga.
“Tidak usah memarahinya, Waluyo, urusi saja matanya yang terlihat seperti mata panda itu. Lagi pula kenapa harus minta maaf, apa aku terlihat marah? Tidak, ‘kan. Aku hanya penasaran, dari mana dia mendapatkan lebam dan luka di wajahnya itu.” Aliandra tersenyum kepada Waluyo.
“Dia habis berkelahi, Tuan—“
“Berkelahi?” Aliandra kembali tertawa. “Dia seorang gadis, Waluyo, bagaimana bisa seorang gadis berkelahi hingga terluka seperti itu.”
Hot Chapters