Tak Pernah Terbesit, Cintanya Palsu
"Sayang, tunggu sampai anaknya lahir, nanti aku jelaskan semuanya, ya ...."
Setetes air mata mengalir dari sudut mataku. Aku tersenyum tipis lalu memalingkan wajah. Saat didorong masuk ke ruang operasi, Dokter Dio mendorong spuit dan berkata kepadaku, "Setelah disuntik, kamu akan mengalami pingsan palsu selama satu hari. Sudah siap?"
Wajahku pucat pasi. Aku mengangguk pelan. "Dokter Dio, nanti saat perlu menandatangani surat kondisi kritis, tolong ganti dengan surat perjanjian cerai."