Mati Untuk Hidup
Dia terus merasakan pahitnya menjadi orang yang bergantung.
Untungnya, penderitaan mereka tidak lagi menjadi penderitaanku.
Di tempat dimana cahaya senja bertemu, aku melihat awan di depanku. Jiwaku disucikan, hatiku terasa ringan seperti kabut di gunung.
Dalam kabut itu, seolah-olah aku mendengar suara Tuhan yang berbicara padaku.
"Dalam hidup ini, apakah kamu membenci mereka?"
"Aku nggak benci. Jujur saja, aku juga punya kesalahan terhadap orang lain."
ตอนยอดนิยม