Jagad dan Selaras
"Gue yakin, Gad. Karena musik nyokap lo, cello Om Baskara, dan rasa sakit Kael... semuanya punya satu kesamaan: Mereka butuh dilepaskan. Dan kita bakal lepasin itu besok pagi."
Malam itu, mereka tidak tidur. Jihan, Jagad, Galang, Manda, dan Bagas menyusun aransemen paling gila yang pernah mereka bayangkan. Bukan untuk memenangkan trofi, tapi untuk menyelamatkan satu jiwa yang hampir tenggelam dalam kebencian.
Di rumahnya, Kael menatap tangannya yang gemetar setelah berlatih cello berjam-jam. Dia melihat foto ayahnya di atas meja. "Besok, Yah... besok semuanya akan berakhir."
Hot Chapters