Di Abaikan Suamiku
“Kenapa kau ragu? Apa kau masih belum yakin dengan perasaanmu? Kalau belum yakin, mending gak usah deh, daripada nanti si dianya sudah mulai ada rasa, eh ternyata hanya main-main saja.”
Aarav diam, karena apa yang dikatakan Anes itu masuk akal juga.
“Benar juga sih. Kalau begitu, aku harus pastikan dulu persaanku, benarkan Anes?”
“Benar sekali, nanti kalau sudah pasti, aku akan membantumu.” Jawab Anes semangat.
“Anes.”
“Iya?”
“Apa aku boleh bertanya padamu?”
“Tentu saja, pertanyaan apa itu?”
Hot Chapters