Akhirnya Kau Mencintaiku
Rea berkata-kata tanpa melepas senyum di bibirnya.
Mendengar kata-kata Rea, dan melihat putrinya begitu bahagia membuat Surya merasa takut, takut putrinya akan lebih terluka karena kebahagiaan ini adalah semu. "Nak, janganlah kamu terlalu larut dalam kebahagiaanmu. Jeno bukan pria yang baik dan mencintaimu sejak awal, kamu akan terluka saat tahu yang sebenarnya. Tuhan ... bantu putriku untuk segera tahu apa yang sebenarnya terjadi, beri aku kekuatan untuk mengatakannya," batin Surya menjerit, hingga kedua bibirnya tampak bergetar, hanya saja tidak ada satu patah kata pun yang mampu keluar dari mulutnya.