Luka Cinta Aluna
lirih Zolan.
Jendela kamar di biarkan terbuka, hembusan angin membuat Zolan semakin larut dalam lamunan.
“Jika kamu tidak menghilang, kita pasti sudah menikah, Sindy! Mengapa terlalu sulit untuk melupakanmu? Mengapa Tuhan memisahkan kita, tetapi membiarkan perasaan ini bersemayam begitu lama? Aku begitu tersiksa, Sindy! Kembalilah! Aku sangat mencintaimu, aku sangat merindukan kamu. Bahkan, ketika aku berusaha untuk mencintai wanita lain, sosoknya justru membuatku teringat kamu!” lanjut Zolan, dengan lirih. Ingatan Zolan kembali pada masa bersama Sindy.
ตอนยอดนิยม