Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janji Manis Putra Mahkota

Janji Manis Putra Mahkota

Cibir Karina kesal sepatunya kena muntahan. “Tidak akan.” Permaisuri Lulu menunjuk ke wajah Karina. “Kalau kau merasa hebat. Aku tantang kamu di kontes kecantikan minggu depan. Buktikan kamu lebih baik dariku dari segi penampilan, watak, dan pesona. Baru aku akan mengaku kalah darimu.” “Tantangan diterima. Tapi aku ingin sebuah taruhan untuk menambah ketegangan. Kalau aku menang, kamu harus menari persia dalam balutan busana nakal selama seminggu penuh.”
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Khianati

Istri yang Kau Khianati

goda Septi. "Hm. Aku traktir di restoran pinggir jalan," jawab Frani asal. Tidak ada yang mudah dalam sebuah hubungan. Wanita itu menyadari di dunia ini tidak ada yang namanya cinta sejati. *** Beberapa hari berlalu dengan kerumitan. Frani telah melayangkan gugatan perceraian dengan menandatangani berkas-berkas. Dia juga sudah mengirim berkas itu ke pengadilan dan tinggal menunggu keputusan sidang.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Dia menaruh tubuhnya di kursi dan melihat muka Bening yang tiba – tiba kikuk. “Ya Tuhan, jangan bercanda, aku masih istri sah Ibra, dan aku sama sekali tidak memikirkan laki – laki.” Bening pura – pura cemberut, tangannya berkacak pinggang. “Hey… please tolong jangan ucapkan kata - kata itu. Lupakan Ibra, dia lelaki brengsek, benalu dan pecundang. Dia mestinya tidak eksis di muka bumi. Sangat berbeda sekali dengan kamu. Sekarang, dengarkan aku baik – baik. buka hatimu dan cari laki laki lain.” Andini berkata dengan berapi – api. “Buat Ibra menyesal telah membuangmu!”
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 839 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Simpanan

Pesona Sang Simpanan

"Mau tak mau Arini harus bersedia, ma. Masa depan Ara yang akan menjadi taruhannya bila ia menentang pernikahanku nanti dengan Andhini." Tegas Akmal kemudian. "Akan tetapi biar bagaimana pun juga, kedudukan Arini jauh lebih kuat sebagai istrimu. Bahkan Arini juga memiliki hak untuk menerima ataupun menentang pernikahan kedua mu nanti. Bagaimana andai nanti Arini menolak memberikan restu? Pikirkanlah baik-baik. Arini juga telah membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi istri yang baik untukmu. Nyaris tak ada cacat dan cela dalam diri Arini selama pernikahan kalian".
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

“Enggak, kok. Aku lagi bad mood aja denger cerita Inara tadi,” ucap Resta berbohong, “masa kata dia di jurusannya itu, ada salah satu calon ketua HMJ yang niat nyalon cuma demi mendapatkan hati gebetannya. Munafik banget, kan, Ga?” Gala terperanjat. Ia merasa tersindir dengan kisah yang dituturkan Resta. Belum lagi tatapan tajam gadis itu.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Keluargaku Menjadi Saksi Pernikahan Siri Suami dan Adikku

Keluargaku Menjadi Saksi Pernikahan Siri Suami dan Adikku

“Kenapa masih duduk ai situ Restu?! Apa kamu tidak melihat kehadiran kami?” Mala yang merasa kesal akhirnya menegur Restu, membuat Restu pun langsung bereaksi. “Lalu? Apa aku harus jungkir balik melihat kedatangan kalian berdua?” tanya Restu yang masih sangat kesal melihat Hanung dan Mala yang sudah sangat keterlaluan terhadap Aisyah. “Ya nyapa kek? Atau senyum kek? Memangnya kamu nggak punya mulut ya Restu?” dengan ketus Mala menjawab pertanyaan konyol Restu.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Cinta Terhalang Restu

Cinta Terhalang Restu

Dia begitu marah karena untuk pertama kalinya Adit berani berteriak kepadanya. “Karena aku tidak suka, sejak tadi Mami menghina Inez,” jawab Adit. “Mami bukan menghina dia, tetapi memang kenyataannya seperti itu,” sahut Leli. Handra sejak tadi hanya diam sambil terus memerhatikan wanita muda yang datang bersama putranya, dia masih tidak percaya bagaimana mungkin putranya bisa tertarik dan jatuh cinta kepada wanita kampung.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
TERHALANG RESTU MASA LALU

TERHALANG RESTU MASA LALU

sahut Nadia meledek “Aku mau pesen ini ah” ia menunjukkan tulisan ‘Prime beef rib eye steak’ “Steak doang kamu kan juga sering bikin” Jean balas meledek Nadia menjulurkan lidahnya. “Biarin wlee, inikan beda. Menu Restoran mahal gituuu” “Yaudah kalau gitu aku juga pesen Spaghetti, disini kan beda daripada yang sering kamu bikin di tempat kerja kamu”
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Harap Restu Seorang Menantu

Harap Restu Seorang Menantu

“Baiklah! Kalau memang kamu memutuskan begitu, kalian berdua silakan jalani hidup sendiri. Tapi jangan salahkan ibu kalau suatu hari nanti kamu sadar sudah dibodohi istrimu.” Dengan langkah keras dan suara sandal menyeret, Mala keluar kamar sambil mencerca. “Dasar menantu pembawa sial! Dia membuat anakku melawan ibunya sendiri!” Kalimat-kalimat pedas itu dibiarkannya melayang sebelum pintu kamar ditutup keras. ‘BRAK!’ Keheningan langsung menyelimuti ruangan, meski udara panas akibat pertengkaran masih begitu terasa. Nadira menggigit bibirnya, matanya masih berkaca-kaca, dadanya naik-turun menahan sesak.
945 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Hati yang Tak Direstui

Hati yang Tak Direstui

Ia duduk agak jauh, nggak mau menarik perhatian, tapi sorot matanya nggak pernah lepas dari satu sosok; Nura, dengan hijab panjangnya yang tergerai menutupi dada berdiri di pinggir panggung sambil memegang biola dengan tangan bergetar. Satu per satu penampilan berlangsung. Ada yang bermain piano dengan teknik rumit, ada pula yang menyanyi dengan suara merdu. Tepuk tangan meriah pun bergema, Nura semakin gugup menunggu namanya yang belum juga dipanggil. Hingga sepersekian detik kemudian suara MC memecah lamunannya, “Berikutnya, mari kita saksikan penampilan dari Nura Alfiandri dengan biola tersayangnya.”
10688 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai lirik lagu mahalini melawan restu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status