Rasaku Ditelanjangi
dari Ipang mengisi ruang kabin dengan lembut, seperti suara hati yang bicara tanpa izin.
“Eh, kamu hafal nggak liriknya?” tanyaku sambil mengusap embun dari kaca mobil.
“Hafal lah,” jawabnya pede.
“Coba, nyanyi!”
Dia langsung nyanyi dengan suara rendah, agak serak karena kelelahan, tapi entah kenapa terdengar begitu… nyaman.
“Kau adalah... teman hatiku… lewati... semua suka duka…”