Istri Nakal Anak Ustadz
ujarnya.
Umi menatap menantunya itu sebentar dan kembali sibuk dengan kegiatannya. “Katakan, Nak. Umi akan mendengarkan dengan baik.”
“Soal yang tadi, Qiana benar-benar minta maaf.”
Beliau terdiam sejenak dan setelah itu menatap Qiana yang matanya mulai berair. “Nggak apa-apa, lain kali jangan lakukan hal itu lagi. Umi tahu kamu cemburu dengan kehadiran Ustazah Naima. Kamu nggak usah khawatir Ates akan kembali dekat dengannya, hal itu tidak akan mungkin terjadi. Karena Naima sampai saat ini masih belum menjawab lamaran yang kami ajukan dulu. Dan ketika melihat tatapannya, Umi tahu bahwa dia menolak lamaran itu.”