Air Mata di Hari Persandingan
"Ini malam pertama kami, tapi kenapa sedikitpun tak kulihat kebahagiaan di wajahmu, Mas? Apa harus seberat ini perjuanganku untuk menjadi istrimu, sebegitu menjijikkankah diriku di matamu, Mas, apa suaraku juga mengganggu konsentrasimu?
Dengan siapa dan di mana dirimu saat ini, Mas, oh Allah, kenapa niat baikku harus diterjang badai terlalu dini, tak bolehkah aku merasakan manisnya jadi pengantin baru, syahdunya malam pengantin, merdu suaranya saat berbisik mesra membangunkan tidurku di pelukannya?
Apakah itu semua tak layak untukku, Allah, ataukah dia yang terlalu sempurna, lalu diriku yang terlalu hina?"
Sikat na Kabanata