Di Atas Ranjang Dokter Sonya
Sonya mengambil napas dalam-dalam berusaha untuk mengisi paru-parunya dengan udara sebanyak mungkin, "Mama mau bahagia, Janu, Mama mau bersama laki-laki yang sayang sama Mama, walaupun Mama nggak tahu laki-laki itu mau nerima Mama atau nggak, tapi ...."
Tangan Sonya menyentuh embun yang ada di gelas hingga membentuk huruf S, "Mama nggak tahu dia mau nerima Mama atau nggak. Hanya yang Mama tahu satu ... Mama bahagia sama dia, Mama senang bersama dia, boleh Mama sama dia, Janu?" tanya Sonya.
Angin dengan cepat mengelus wajah dan tubuh Sonya, rasanya membuat nyaman Sonya, Sonya memejamkan matanya. Tanpa sadar tangannya menyentuh layar ponselnya dan memutar sebuah video tanpa sengaja.