MAWAR
"Percaya padaku."
Mawar menggeleng, lalu dia meludah hingga mengenai stelan jas yang Nico kenakan. "Aku bahkan enggan menatap wajah sialanmu itu, aku sangat benci kepadamu," Mawar berdecih melihat Nico mengepalkan kedua lengannya hingga menampilkan urat mengerikan itu. "Tunggu apa lagi, jangan jadi pria bodoh yang terus berdiri disana cepat buka pintu liftnya, kau hanya akan mendapat ke sia-siaan karena sampai mati pun aku tidak akan pernah sudi kembali padamu."