Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Madu Kembaranku

Aku Madu Kembaranku

bentak Bu Fatma. "Ma. Bisa saja Mama jatuh karena menendang botol minyak urut ini. Ini minyak zaitun yang bisa dipakai Mama untuk mengurut bukan?" Malik menunjuk botol yang terlempar di sudut tangga.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang lirik muara
Read
+Library
Antara Kau, Aku & Papimu

Antara Kau, Aku & Papimu

sesenggukan Jamila menangisi kepergian suaminya. “Mila.., elo masih punya anak yang elo kandung. Tolong elo semangat Mila.., gue yakin Allah kasih cobaan bareng sama kemudahannya,” tutur Erlangga. “Allah marah sama gue.., Er..., Gue orang yang banyak dosa.., dosa gue terlalu banyak.. sampai-sampai.., bayi yang baru ada si rahim gue aja pengen ikut laki gue.., hiks.. hiks.. hiks.., kalau bqyi ini hilang juga apa kenangan gue sama laki gue? Dia lelaki terbaik di dunia yang gue punya,” tangis Jamila pun pecah kembali dan kini lebih memilukan.
9.781.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.7K Beses bilang lirik muara
Ipakita ang mga Review (24)
Read
+Library
Parikesit70
Terima Kasih untuk Pembaca Setia Parikesit70 yang udah ikut sampai ke sini.. Terharu... dan sulit utk diungkapkan dgn kata-kata. Apalah arti cerita ini tanpa dukungan dari kakak semua Love You All Sekebon yaa.........️...... ...️LOVE...LOVE...LOVE...️
Pepermints
duh baru bisa baca kak, kemaren sakit dan harus dikurangi hpnya .......padahal udah kangen bgt sama erlangga........ love love pokoknya.. maksih ya kak.. semangat terus nulisnya.. jangan lupa istrhat.. .........
Basahin ang Lahat ng Review
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Ibarat bermain layang-layang terkdang harus di ulur agar ia melayang tinggi tapi terkadang kita juga harus menariknya agar tidak terlalu jauh melayang hingga lepas dari genggaman dan putus tanpa arah. “Jangan lupa dimakan sarapannya Nay, itu makanan kesukaan kamu kan?” Mendengar hal itu Nay hanya mengangguk pelan, memberikan senyum seperlunya pada wanita yang sedang hamil besar itu. Siapa lagi kalau bukan mama tirinya. “Iya mah terima kasih.” Mengatakan kata ‘ma’ saja terasa berat untuk ia katakan. “Habiskan sarapan kamu dengan cepat, hari ini kamu ayah yang antar.” Lagi-lagi Nay hanya hanya mengangguk sembari menghabiskan sarapannya dengan malas.
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 41 Beses bilang lirik muara
Read
+Library
Maaf, Merebut Suamimu

Maaf, Merebut Suamimu

Dia turun setelah mendengar deru mesin mobil Noah meninggalkan pekarangan rumah. Dilihatnya meja makan sudah rapi dan bersih lagi, Mbok Tuti menatapnya iba. "Jangan menatapku seperti itu Mbok," kata Wilya lalu dia duduk di salah satu kursi yang ada disana. Mbok Tuti ingin pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain, tetapi Wilya menahannya dengan pertanyaan wanita itu. "Mbok apakah aku terlalu buruk untuk Noah?" Mbok Tuti sedih mendengarnya, dia mendekati Wilya mengusap bahu Wilya yang kini sudah menjatuhkan air mata. "Nona Wilya itu cantik, baik," kata Mbok Tuti.
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang lirik muara
Read
+Library
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Tulis Almira, Almira mencoba mencari tahu akun bernama Danira yang baru saja membuat moodnya berubah. Setelah ditelusuri ternyata akun Damar berteman dengan perempuan itu, membuat tanda tanya besar di kepala Almira. Tidak ingin berprasangka buruk, Almira mencari jawaban dari Damar dengan mengirim pesan kepada Suaminya. "[Mas kamu kenal dengan Danira itu? Siapa dia? kok ngomongnya bikin sakit hati gitu sih, nggak senang banget liat orang bahagia]"
105.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 143 Beses bilang lirik muara
Read
+Library
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

"Duhai jiwa kang wis lunga Duhai raga kang wis mati Jenengmu kupanggil Tekamu kuharapke Urusan kang ora tuntas, tuntaskan Dendam kang ora terbalas, balaskan Getih diwales getih Nyawa diwales nyawa Bareng Nyai Larapati Ku gadaikan segenap raga lan jiwa Ku abdikan dhiri nganti mengko ku kudu mati Mawar Utami.. Mawar Utami.. Mawar Utami.. Namamu ku sebut tiga kali Bangkitlah, Nduk Bangkitlah.. Bangkitlah!" Mbah Karso memejamkan mata, meresapi semilir angin yang datang membelai wajah keriputnya. Aroma kembang melati tercium samar-samar, namun beberapa saat kemudian semakin pekat mengaduk-aduk indra penciuman. Mbah Karso masih enggan membuka mata, meski dia tau, yang dipanggil telah hadir .
106.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 143 Beses bilang lirik muara
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Terlalu bodoh untuk diriku menahan berat jutaan rindu apalagi menahan egoku.. Maafkanlah sikapku lupakanlah salahku..” Ridwan bernyanyi mengikuti lagu. Lili lalu terbangun, disusul oleh Rianti kemudian Riris. “Takkan ku biarkan kau menangis Takkan kubiarkan kau terkikis Terluka perasaan oleh semua ucapanku..”
108.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 320 Beses bilang lirik muara
Read
+Library
Ibu Tiriku Malaikatku

Ibu Tiriku Malaikatku

tegasan Romeo Meriska, Naya, Egi, Ranty hanya diam dan menyaksikan Romeo dan Rere yang sedang beradu mulut. "Sudah sudah cukupppp!!! telinga ibu lelah mendengarkan kalian berantem!! dan kamu juga Romeo , kita ini sedang berduka dan Ayah kamu juga bakal sedih di sana ketika melihat kamu ribut di depan makam Ayah kamu!" nek Ipah bangun dari pelukan batu nisan suaminya itu dan marah. Mereka terdiam "Yasudah kalau begitu saya pergi saja dari sini, permisi" ucap Rere dan beranjak pergi.
104.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 118 Beses bilang lirik muara
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

“Titik api kedua dinyalakan. Nusantara bukan akhir, tapi awal. Aku masih di sini dan mereka juga.” Aku menatap tulisan itu lama, dada serasa diremas. Sinta menatapku, wajahnya pucat. “Apa maksudnya ‘titik api kedua’?” Aku menggeleng, menatap ke luar jendela. Di kejauhan, lampu mercusuar menyala… lalu berkedip dua kali cepat, teratur, seperti sandi. Aku berdiri perlahan, kata-kata Ira berdengung di kepala: “Aku masih di sini.”
790 viewsOngoingIdinagdag sa Library 15 Beses bilang lirik muara
Read
+Library
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

kata Andre di video itu. Lalu terdengarlah petikan gitarnya. "Kesunyian ini... lirih ku bernyanyi..." Lagunya 'Lirih' milik Ari Lasso. Wah, alamat nangis bombay ini. "Aku menangis mengenangmu... segala tentangmu... ku memanggilmu dalam hati lirih...." "Loh, Mbak Arin malah nangis," kata Vina. Ia memeluk aku yang sudah mulai mewek.
1016.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 483 Beses bilang lirik muara
Ipakita ang mga Review (28)
Read
+Library
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status