Rela Menjadi Madu Sahabatku
“Aku sampai tidak bisa berkata-kata dengan jalan pikiran kamu. Kita ini masih bisa berjuang sama-sama, dokter bilang juga rahim kamu sehat dan aku pun juga sehat. Kita bisa punya keturunan, tapi harus sabar dan usaha dulu.”
“Aku capek, Mas, rasanya aku ingin menyerah sama keadaan. Belum lagi sindiran yang diucapkan orang tua kamu buat aku di depan teman-temannya, sakit hatiku Mas. Asha mohon, Mas, untuk kali ini turuti keinginan Asha.”
“Memangnya siapa perempuan yang kamu pilih untuk menjadi istri keduaku? Kenapa kamu sangat yakin dengan perempuan itu?”
Hot Chapters