ANYELIR KUNING
Mas Sayhan mengusir Mala.
"Baaaiiklaahhhhh, demimu, demi tante dan om, terlebih demi kelangsungan generasi Subroto, aku dengan senang hati akan undur diri dari hadapan tuan Sayhan Subroto yang terhormat." Mala menyeruput tandas minumannya dalam satu tarikan. "Aku permisi, assalamualaikum, semoga usahanya sukses dan disegerakan." Ia mengerling jahil, menarik satu lembar tisu di meja kemudian berlalu tanpa menunggu kami menjawab salamnya.
Langit cukup cerah di atas sana, alunan musik yang dimainkan mengalun memenuhi ruangan. Kami sama-sama terdiam sepeninggallan Mala. Rasa canggung menyelimuti.