Diantara Dua Tasbih
Ia justru duduk di kursi samping tempat tidur dan membacakan sebuah bait puisi Jawa kuno, sebuah tembang tentang kesabaran seorang putri dalam menghadapi ujian malam yang panjang.
"Kamu tahu, Lily? Bunga melati itu mekar di malam hari, saat tidak ada orang yang melihat. Dia tidak butuh tepuk tangan atau cahaya matahari untuk menjadi harum," bisik Rofiq dengan suara rendah yang menggetarkan. "Begitu juga kamu. Sakit ini, kesepian ini, adalah cara Tuhan membuatmu lebih harum di mata-Nya. Dia sedang mempersiapkanmu untuk sesuatu yang lebih besar."