Kehidupan Setelah Perpisahan
Ia membuka surat pertama, yang bertanggal ulang tahunnya tiga tahun lalu:
"Dinda, selamat ulang tahun, Cintaku.
Kalau bisa, aku ingin membungkus langit malam dan menaruhnya di mejamu, supaya kamu tahu, tidak ada bintang yang lebih terang dari senyummu. Aku mencintaimu, hari ini dan seterusnya. Selamat ulangtahun sayang."
Dinda menatap tulisan itu lama. Dulu surat ini membuatnya tersenyum sambil menyalakan lampu kelap-kelip di kamar. Kini, ia hanya diam... tidak ada lampu kelap-kelip. Tidak ada senyum manis menghiasi bibirnya.
Lalu, surat kedua ia buka lebih hati-hati.
"Aku selalu ingin jadi orang yang kamu cari lebih dulu ketika kamu lelah menahan segalanya sendiri. Jadikan aku sandaranmu, s
Hot Chapters