Si Bodoh Yang Mirip Cinta Pertamaku
tanyanya lagi, nadanya penuh kecemasan dan rendah diri.
Hatiku tersentak, melihat tatapan terlukanya, aku tidak bisa lagi mengucapkan kata penolakan.
“Nggak, mana mungkin kakak jijik padamu?” Aku mengulurkan tangan dan dengan lembut membelai pipinya. Lalu berkata dengan lembut, “Kakak hanya….”
Belum selesai aku bicara, dia langsung menciumku.
Ciumannya terasa canggung, tapi penuh hasrat, masih menyisakan aroma polos kekanak-kanakan. Tapi, juga membawa sedikit dominasi yang tak tertahankan.
ตอนยอดนิยม