Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
"Setiap waktu, hanya kamu yang ada di benakku. Senyuman manismu, mendamaikan jiwaku. Oh wanita cantik, merdu suaramu. Lantunan indahmu, selalu buatku candu. Oh wanita cantik, aku ingin memilikimu."
Setelah mengakhiri puisinya, Wira menghabiskan segelas bir dalam satu tegukan. Pilihan kata yang ada di dalam puisi ini benar-benar cocok. Sementara itu, semua orang sontak terkejut begitu mendengar puisi tersebut. Mereka belum pernah mendengar puisi seindah ini. Bahkan, Senia juga tercengang.
Melihat ekspresi terkejut semua orang, Wira tersenyum sembari berucap, "Bakatku dalam berpuisi sangat buruk, tolong semuanya jangan memedulikannya."
Capítulos em Alta