Luka Seorang Istri
Selama beberapa detik dia akan diam, lalu setelahnya baru berbicara dengan pandangan kosong, juga dengan suara lirih yang hampir tak terdengar.
“Kamu tahu Mas, sejak menikah denganmu, aku sudah kehilangan harga diri.”
“Sayang, enggak boleh ngomong begitu.” Ini sudah mulai tak beres, Dilra mulai lagi, sejujurnya inilah momentum paling menakutkan bagiku. Lebih menakutkan dari pada bertemu makhluk halus saat sedang sendirian. Ketakutan luar biasa saat merasa orang tersayang akan pergi jauh. Tidak peduli raga atau jiwanya, bagiku jika keduanya tak saling menyatu percuma saja jika terus ada di sisi, karena kenyataannya separuh dalam dirinya telah hilang, pergi dan jelas itu akan susah dikembalika