Dendam Pernikahan Pewaris Tampan
Devanka menundukkan kepala saat jari telunjuk Li Xiu menunjuk tepat di depan wajahnya, lantas membalas dengan suara rendah, “kau salah mengartikan, Li Xiu. Aku dulu menganggapmu sahabat, sama seperti teman yang lainnya. Maaf ... tapi kau salah kalau menganggapnya cinta. Dan aku tidak pernah sekalipun menginginkanmu, kau yang datang ... kau juga yang membiarkan perasaan itu tumbuh, padahal aku sama sekali nggak menunjukkan perasaan yang sama, kan? Maaf, Li Xiu ... sakit hatimu adalah sesuatu yang kau perbuat sendiri.”
Li Xiu memukul meja makin keras, suaranya melengking. “Persetan dengan semua omong kosongmu, Devanka Aryasatya! Kau bisa memutus bisnis, tapi kau tidak bisa memutus apa yang sud
Sikat na Kabanata