Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada
"Kamu nggak akan pernah berbunga, menanammu di sini hanya sia-sia. Sebaiknya kamu tumbuh bebas.
Aku mengembalikan pot bunga ke tempatnya, berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa, dan kembali ke kamar.
Hari-hari berikutnya, aku dengan penuh perhatian merawat pot bunga kosong ini, meski di dalamnya tidak ada apa-apa.
Aku sering berpikir, meskipun hanya tumbuh sebatang rumput liar, mungkin aku akan merasa begitu bahagia hingga tidak bisa tidur.
Namun, aku tahu itu semua hanya angan-angan, seperti cinta Reza.
Suara guntur di luar menyadarkanku kembali ke realitas. Aku mengusap air mata di sudut mataku, lalu duduk bersila di samping Reza, menikmati aroma yang ada padanya.
Hot Chapters