Luka Abadi, Cinta Tak Berarti
Ibuku masih ingin bicara, tapi Yobel langsung memotong tegas, “Benar kata Selly! Dia nggak salah! Untuk apa dia minta maaf? Justru kita yang harus minta maaf!”
Seketika semua orang terdiam.
Yobel berlutut di depanku, suaranya penuh kehati-hatian dan penyesalan, “Sayang, percayalah, aku benar-benar hanya mencintaimu.”
Aku menatapnya, dalam hati merasa seharusnya aku marah, memakinya dan membencinya.
Namun, apa gunanya?
Setelah aku mati nanti, mereka tetap bisa hidup nyaman dengan uang yang susah payah kuhasilkan dan menikmati hidup yang sempurna.
Bab Populer