LAILA
Indi, gadis yang dulu diteror, kemudian ditolong, lalu jatuh cinta dengan pemuda misterius yang melakukan itu semua, hanya berdiri terpaku melihat yang dia sukai sedang menjauh darinya untuk mengejar gadis lain.
Sahabat Indi yaitu Lin mulai khawatir, "Tatapan dan perilakumu tadi, menandakan kamu benar-benar seperti pemuja cowok itu. Ku harap kamu jangan berambisius mendapatkannya yang tidak menyukaimu lagi."
Indi mengusap kedua matanya dengan tangan, seakan dia baru saja meneteskan air mata tapi tersamarkan dengan tetesan hujan, "Kamu ada-ada saja. Mana mungkin aku ngejar-ngejar cowok."