Bara Dendam Sang Prabu Boko
Sore melingkupi sanggar ukir di lereng bukit Walaing dengan nuansa hening yang menenteramkan. Debu kayu cendana yang wangi berterbangan halus, menari dalam cahaya temaram yang menerobos celah-celah atap, menciptakan suasana mistis. Bondowoso, dengan konsentrasi penuh dan ketenangan seorang seniman kawakan, tengah membimbing tangan lentik Ron Ayu untuk mengukir pola sulur flora yang rumit pada sebilah kayu cendana pilihan. Setiap goresan tatah yang tajam dipantau cermat, seolah mengukir sebuah kehidupan. Namun, di balik ketenangan lahiriah tersebut, hati Bondowoso berdetak kencang, mendalangi ritme emosi yang tak beraturan.
Bab Populer