Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Di tangan kanannya, peta kulit kuno yang ia rampas dari sisa-sisa utusan Sekte Pedang Langit berpendar dengan cahaya merah redup, berdenyut selaras dengan frekuensi energi purba yang memancar dari kedalaman lembah yang tak tersentuh matahari. "Tempat ini... memiliki aroma pembusukan dan kematian yang sangat menyenangkan," gumam Liang Xiao. Bibirnya melengkung, membentuk senyum tipis yang kejam dan penuh antisipasi. Baginya, Lembah Dewa Jatuh bukanlah tempat terkutuk, melainkan taman bermain yang sempurna untuk menguji batas kekuatannya yang baru.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai lukisan langit senja
Baca
+Pustaka
Rahasia Hati: Terperangkap Menjadi Istri Kedua CEO Dingin

Rahasia Hati: Terperangkap Menjadi Istri Kedua CEO Dingin

Senja yang indah berbalut cirrostratus, terlihat hangat sama seperti senyum Lilia yang selama ini diam-diam dilihatnya. ‘Langitnya cantik, sepertimu ....’
1058.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lukisan langit senja
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
meowza lee
at first dibikin keseeeeelll banget sama sikapnya si william.. tapi untungnya hubungan mereka berprogress meskipun slowly.. & kebelakang disuguhi manisnya hubungan antara lilia, william & keano.. sukaaaa (apalagi moment manis mereka) (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡
Aya Melodi Agrifina
gila bener² gila buku yg satu ini...bacanya sambil tahan nafas krna ceritany yg ajdnjdlssmjdnjd.... congrats othor syang untuk buku yg barunya,akhirnya setelah LauJake selesai ada lagi bacaan baru yg nggak kalah seru.... semoga makin sukses.........
Baca Semua Ulasan
Balas Dendam Putri Terbuang: Jenderal, Mengakulah!

Balas Dendam Putri Terbuang: Jenderal, Mengakulah!

Warna langit jingga terpantul di kanvas, menambah kesan hangat pada lukisan pasangan muda itu, pada senyum lembut dan tatapan dengan ketenangan yang penuh arti. Di balik semua keindahan itu, hanya Han Feng yang tahu bahwa senyum di lukisan itu mungkin akan menjadi satu-satunya hal yang tetap indah, ketika badai besar dari masa lalu akhirnya datang menghantam hidup mereka.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai lukisan langit senja
Baca
+Pustaka
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

"Sudah, Sayang. Tidak apa-apa. Mbak yang salah tidak menjaga kalian!" * Malam itu, setelah semua hiruk pikuk reda, Senja duduk sendirian di kamar anak-anak. Lampu tidur redup, suara napas Gabriel dan Azriel yang teratur membuat suasana sedikit menenangkan. Pandangan Senja jatuh pada sebuah pigura foto di nakas. Foto Ariana. Wanita anggun dengan senyum lembut, sedang menggendong kembar kecil yang kala itu masih bayi.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai lukisan langit senja
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

Sampai pada suatu pagi, dimana langit cerah, matahari pun menampakkan senyumnya. Aku yang duduk di tepi ranjang masih terasa enggan untuk keluar kamar. malas sekali rasanya kalau aku harus bertemu dengan Mas Nando pagi ini, membuat moodku yang tadinya sudah terkondisikan, bisa membuat mood kembali hancur.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai lukisan langit senja
Baca
+Pustaka
DiaLangit

DiaLangit

Nathan bertanya pada Langit yang berjalan di sampingnya. Langit diam tak menanggapi, dan itu membuat keenam cowok yang berjalan bersamanya mengerutkan kening bingung. Tak biasanya seorang Langit Arkana Sanjaya yang notabenenya seorang playboy diam tak menanggapi pekikan histeris dari para siswi yang dilewatinya. Bahkan, menoleh pun enggan. Boro-boro menolehkan kepalanya, cowok itu bahkan tidak melirik sedikit pun. "Lang," panggil Zizi.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai lukisan langit senja
Baca
+Pustaka
Antara Fajar dan Senja

Antara Fajar dan Senja

Indri langsung menengahi mereka. “Iyaaaaaa ummi Indriku hehehe.” Diam-diam, Nika menangkap ekspresi Aldi yang tersenyum tipis ke arahnya. ‘Meni kudu kitu nya (oh jadi harus gitu ya).’ batinnya. “Eh, abis ini kita ke mana?” Tanya Ana. “Ke Kawah Rengganis aja yuk, terus udah gitu ke Ranca Upas. Gimana?” Indri menimpali.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai lukisan langit senja
Baca
+Pustaka
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

tegas Tiara. Nanta pun tak berkata lagi. Percuma menyadarkan seseorang yang sedang kasmaran. Dia berdiri memandang mentari yang sebentar lagi akan benar benar meninggalkan hari. 'Senja memang indah, seindah orang yang menyukainya' batin Nanta. Saat matahari benar-benar telah tenggelam, Nanta dan Tiara pulang. Sepanjang perjalanan mereka tak saling bicara, hanya bunyi langkah kaki yang menemani.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai lukisan langit senja
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Sengaja Langit melajukannya pelan. “Terserah,” jawab Bumi dengan badan sedikit maju ke depan agar Langit mendengar suaranya. “Ke kebun?” “Manut.” Cekatan, Langit mengendari motor ke arah kebun. “Kamu nulis udah lama?” “Lumayan.” “Nulismu serius?” “Sagitarius.” Keduanya tergelak. “Kutanya serius,” kata Langit menginginkan jawaban.
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai lukisan langit senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status